Jumat, 18 Maret 2011

Untuk Apa?

Untuk apa lu masang tampang capek?
Abis ngerjain banyak tanggung jawab, hah? Kalo lu mau buka mata, itu bukan tanggung jawab lu, itu tanggung jawab orang lain, dan sebenernya orang lain itu ga pernah mengeluh tentang tanggung jawabnya, lu aja yang terlalu lebay dan curigaan kepada orang lain. Ga dimulai segera, bukan berarti ga bisa selesai segera, kan? Dalam kasus ini, definisi "orang lain" adalah gw.. Dan gw ga suka digituin..

Untuk apa lu memaksa-maksa gw untuk bercerita tentang satu dan lain hal?
Padahal, saat gw meminta lu secara tersirat untuk bercerita, lu dengan gampangnya mengalihkan pembicaraan ke topik yang ga nyambung sama sekali.

Untuk apa lu mengeluh tentang banyak hal yang terjadi ga sesuai dengan keinginan lu?
Pada dasarnya, gw yakin bahwa setiap orang akan menunjukkan tanda-tanda saat mereka kurang suka dengan sesuatu. Itu tuh lu aja yang emang kurang peka, eh ralat, ga peka. Kalau lu peka, lu pasti bisa menemukan cara lain agar semuanya bisa selesai dengan cara yang lu mau.

Untuk apa masih bilang dengan tampang imut bahwa 'kita' keluarga?
Keluarga ga saling meninggalkan, kan? Gw pribadi sih sering merasa tertinggal.. Yaaaaaaah gw sih positive thinking aja, defnisi 'Kita' itu ga termasuk gw..

Untuk apa lu mengeluh bahwa gw terlalu heterogen?
Oooooh.. lu mau gw meninggalkan beberapa hal biar jadi lebih homogen? Kalo gitu, berarti gw harus ninggalin lu, soalnya lu yang terlalu banyak menimbulkan deviasi negatif dalam pikiran gw..

Masih banyak sebenernya..
Untuk apa?
Untuk apa?
Toh lu juga ga bakal sadar..

Bil, Zah, Nis, Ndu, makasih untuk lagi-lagi membuka mata gw untuk yang kesekian kali meskipun mungkin kalian tidak menyadari..

*Maaf kalo ambigu dan sangat random*

6 komentar:

runnis mengatakan...

lu kenapa?

Dhieel mengatakan...

nanti gw ceritain nis..

Anonim mengatakan...

kenapa neng?

jika salah satunya ada pada diri saya, maaf..

:'

Dhieel mengatakan...

@ ndu (itu anonim ndu kan?) :
mmmmm.. sepertinya dila emang lagi kelewat sensitif akhir-akhir ini.. jadi banyak hal yang dianggap terlalu berlebihan..

Anonim mengatakan...

hmm..
sindrom orang sukses dil.
banyak batu..

jadi jernih yu :)

Dhieel mengatakan...

@anonim :
siiiip..
lagi berusaha, tapi susaaaaaah..