Selasa, 13 Maret 2012

Ronggeng Dukuh Paruk

Sejujurnya, gw merasa mulai kehilangan minat untuk menyalurkan hobi gw yang satu itu, yang membuat mata gw bisa minus sampai 3.5 ini. Membaca. Lebih tepatnya gw merasa kehilangan waktu yang gw miliki untuk diri gw sendiri sehingga bahakan ga sempet untuk membaca apa-apa yang mau gw baca.

Senin, hari pertama di semester 2, 13 Februari 2012, di depan RK U1.02. Ba'da Ashar, sambil menunggu hujan yang tak kunjung reda.
"Dil, lu udah pernah baca 'Ronggeng Dukuh Paruk'? Itu kisah cintanya Rasus-Srintil lebih tragis dari pada Romeo-Juliet"
.F34110093.


Atas dasar penasaran dan pengen memiliki kesenangan pribadi. Dengan perjuangan panjang dan memasang tampang memelas tiap di rumah selama 2 minggu, akhirnya buku yang yang dimaksud kini ada di rumah sejak tanggal 2 Maret lalu. Berhubung tugas menumpuk puk puk puk puk dan gw ga bawa bukunya ke asrama, jadilah buku itu baru sempat khatam siang hari tanggal 10. Untuk standar gw, itu termasuk lama banget menamatkannya.


Pengarang : Ahmad Tohari
Penerbit : Gramedia
Harga : Rp 65.000,00

Ceritanya sedih bangeeeeeeet. Ga lebay deh apa dikatakan temen gw itu. Segalau-galaunya Uceng dan film 'Crazy Little Things Called Love', buku itu jauuuuuh lebih galau.

Ada yang tau lagu 'Cinta Sendiri' punya Kahitna?
..
Biar aku yang pergi
Bila tak juga pasti
Adakah selama ini
Aku cinta sendiri
Biar aku menepi
Bukan lelah menanti
..

Kalo dalam pikiran gw sih, penyederhanaan penggambaran kisah cinta Rasus-Srintil bisa dianalogikan sebagai lagu itu. Secara semena-mena gw bilang bahwa lagu itu seolah dinyanyikan Rasus kepada Srintil sepanjang buku, begitu pun dinyanyikan Srintil untuk Rasus. Jadinya ya saling mengorbankan diri dan ga malah ketemu.

Cinta dalam diam.

Walopun pada akhirnya sih mereka bertemu juga dengan cara yang sangat menguras emosi saat membacanya.

Buku ini merupakan 3 buku digabungkan dan berhasil menguras emosi gw dengan caranya sendiri. Lebih spesifiknya di judul salah satu buku, "Lintang Kemukus Dini Hari".

Rasanya pas gw baca judul buku kedua itu seperti dunia gw seolah nge-blank sejenak, dan banyak flashback potongan-potongan memori 2 tahun lalu. Yap, 2 tahun lalu saat gw olim astro. Di bulan-bulan seperti ini persis, bulan di mana Bogor bisa hujan dari pagi sampai sore. Jika sudah hujan dari pagi sampai sore, besar kemungkinan maghrib langit cerah, dan ada Lintang Waluku persis di atas kepala, ada Lintang Kartika di sebelah baratnya.


Pokoknya, bagi yang ingin atau sedang menggalau. Bagi yang ingin membaca sesuatu yang rada berat. Bagi yang ingin membunuh kebosanan. Sangat gw sarankan untuk membaca buku ini.

Tidak ada komentar: