Selasa, 10 April 2012

Pristy Sukmasetya

Gadis ini spesial. Bukan semata-mata karena dia adalah wanita dari teman sejurusan sekaligus teman pengautisan gw. Bahkan dia lebih dahulu kenal gw sebelum dia kenal pacarnya yang sekarang.

Awal kenalan dengan dia saat di laskar 12 MPKMB 48. Gw yang sering susah banget untuk inget nama orang bertekad mau membuat asosiasi sendiri secara semena-mena dengan tujuan mulia yaitu biar bisa gampang inget. Hmmm, namanya Pristy. Gimana ya cara biar bisa inget? Aha.. Manda punya usaha air minum isi ulang yang merk-nya Pristin. Yap, si Pristin itu yang jadi sponsor acara waktu Bin*** XXI hampir 3 tahun yang lalu. Sukses lah gw bisa inget banget nama Pristy karena inget air isi ulang.

Dari sekian ribu orang baru yang muncul dalam kehidupan kampus gw, Pristy ini orang pertama yang gw temuin yang punya soul Smansa, padahal dia bukan anak Smansa. Hemmm, kurang tepat redaksinya karena sebenernya dia anak Smansa sih, Smansa Temanggung. Posisi kedua ditempati Delmar, ketiga oleh Afiefah, dan keempat ada Pradit. #Mbak Pris, kapan-kapan kamu harus ngobrol sama mereka bertiga

Awal kenalan, gw ga ada feeling apapun tentang dia. Mungkin nyaris hanya akan menjadi sebatas teman yang kenalan karena ada event - inget - event berakhir - lupa. Tapi berhubung gw udah bikin asosiasi sendiri secara semena-mena, kayaknya bakal susah lupa.

Dan itu terbukti, saat awal-awal ada kumpul ADC (Art Dormitory Club) untuk pembagian kelompok pensi perdana. Dengan sistem pembagian paling klasik, berhitung, gw kebagian jadi kelompok 6 bersama 3 orang teman lainnya. Tiba-tiba ada dua orang berkerudung yang ucluk-uclukan dateng telat dengan muka polos dan cangak karena kita duduknya udah perkelompok. Berhubung kelompok lain personilnya udah 5 orang, makanya salah satu dari mereka masuk ke kelompok gw dan satunya lagi masuk ke kelompok entah berapa.

Saat orang yang masuk ke kelompok gw akhirnya duduk di dalam lingkaran kelompok..
Gw : *muka cangak* Pristy laskar 12 kan ya?
Yup, ternyata gw ga lupa sama dia. Dan gw baru menyadari bahwa dia memanggil gw dengan sebutan Fadil.

Latihan-latihan kelompok 6 ADC yang seminggu 2 kali nyaris biasa aja, tanpa ada kesan apapun. Sampai pada hari di mana diadakannya talkshow dan pengumuman lomba menulis 'Mengapa Saya Memilih IPB' oleh Pak Bayu Krisnamurthi pada suatu hari di bulan September bertempat di GWW.

Gw yang berangkat dari rumah, masuk ke GWW dengan clingak-clinguk nyari tempat kosong. Yup, ketemu tuh sebiji, rada depanan, sebelah kanannya udah ada orangnya. Yaaa, lumayan lah biar nonton talkshow-nya enak.

Duduklah gw tanpa dosa di bangku itu. Lalu ngebuka laptop untuk mengerjakan proyek lomba karya tulis yang boleh lintas universitas barengan Uceng. Tiba-tiba orang di sebelah kanan gw menyapa..
Orang sebelah kanan gw : Fadil?
Saat itu, baru ada seorang saja yang memanggil gw dengan sebutan Fadil
Gw : Pristy?
Yap, gw bertemu lagi dengan dia. Dan kita mulai ngobrol yang rada sedikit lebih bermutu jika dibandingkan dengan obrolan saat di laskar 12 atau saat di kelompok 6 ADC.

Acara di GWW berakhir sebelum dzuhur dan setelahnya gw ada janji sama Uceng di Smansa untuk ngomongin lomba karya tulis itu. Tetapi abis ashar ternyata ada kumpul ADC untuk gladi resik pensi perdana di lapangan bola Astri. Jadilah gw balik lagi ke kampus setelah ashar.

Saat kumpul di lapangan astri ternyata duduknya berkelompok, lagi-lagi bersama Pristy. Lagi-lagi ngobrol asik berdua. Dengan daya analisa dan daya fudul yang tinggi, mulailah gw bertanya tanpa basa-basi ke dia..
Gw : Pris, dulu kamu di SMA ikut organisasi ya?
Pristy : *sempet cangak karena gw todong dengan pertanyaan seperti itu* Iya
Gw : Organisasi besar ya? OSIS? MPK? Paskib? Pramuka? PMR?
Pristy : *masih diawali dengan kecangakan yang sama* OSIS
Gw : Petinggi ya di OSIS? Jadi Kabid atau Dewan Harian?
Mungkin pada taraf ini Pristy mengira gw punya ilmu hitam atau bisa baca pikiran, atau entahlah..
Pristy : Iya, aku jadi Dewan Harian
Gw : Ketua berapa? Atau sekretaris?
Pristy : Ketua 1, Fadil. Kok kamu tau? #eh bener kan ya Ketua 1?

Masa-masa awal kuliah adalah masa-masa terlabil gw dalam kasus 'Kangen Smansa'. Labil parah. Lebay kalo kata sebagian orang yang ga pernah merasakan indahnya Smansa. Masa labil-lebay ini adalah masa di mana Ari dan Monox ga mampu meredam karena sama kangennya kayak gw, masa jadwal kuliah gw ga sesuai dengan jadwal Nabil sehingga susah bikin jadwal mentoring sehingga gw rasanya kosong banget, masa di mana gw jarang banget ketemu dengan anak-anak Smansa yang lainnya. Masa gw labil dan rasanya itu apa banget, masa di mana gw ngerasa sendiri banget.

Lalu gw menemukan soul Smansa itu dalam diri Pristy. Cara dia ngomong, bertindak, pemikirannya, terlalu banyak hal yang sangat Smansa. Gw serasa ngobrol sama anak Smansa selama ngobrol sama dia, meskipun pada akhirnya diketahui bahwa dia itu Smansa Temanggung #sakaliiiii. Dan dengan ngobrol itu gw merasa seolah diberi penopang yang bisa meredam kekangenan gw dengan Smansa melalui caranya sendiri.

Hal yang makin membuat gw saat itu seolah merasa tidak bertepuk sebelah tangan #kok rada menggeleuhkan? adalah ternyata dia menemukan piece of life-nya juga dalam diri gw. Jadilah kita ngobrol-ngobrol tentang kesamaan atmosfer yang kita alami saat masa SMA dulu. Dia cerita bahwa dia bleep test berpartner dengan Ari. Gw cerita bahwa Ari itu tidak sesipil penampilannya, dan dia ternyata sudah menemukan hawa ketidaksipilan itu dalam diri Ari.

Sangat berasa seperti ngobrol dengan anak Smansa. Secara ajaib, sore itu gw ga lagi merasa sepenuhnya sendiri.

Dengan gila, malam harinya gw langsung nge-sms Ari, cerita bahwa gw udah menemukan orang dengan soul Smansa. Bercerita bahwa orang itu sekelas dengan Ari..
"Pokoknya, gw yakin lu bakal nyambung deh ngobrol sama dia. Coba aja.."

Pensi perdana ADC keesokan harinya berhasil dengan sukses. Meskipun kelompok gw kata MC sih udah kayak tim marawis karena semuanya pake kerudung. Entah jurinya makan apa, kelompok gw berhasil menjadi Best Performance. Tetapi setelah itu, intensitas gw bertemu Pristy mulai berkurang.

Hingga pada hari kedua SIMUDA, akhir Oktober, di Audit Toyib, gw dan Ndu memasuki Toyib dengan celingukan sambil nyanyi kecil dengan rada lawak, yel-yel MPKMB laskar 11 "Toyib Hadiwijayaaaaa.. Toreng Tooreeeeng..". Akhirnya gw dan Ndu menemukan tempat kosong, lalu gw bercerita tentang Binsus XXIV yang diadakan pada hari sebelumnya di lantai 3 Smansa. Tiba-tiba orang di depan gw menengok ke belakang, dan..
Fadil?
Yup, gw kenal suara itu, gw kenal intonasinya memanggil gw jika kita bertemu pada event-event yang ga disangka. Pristy Sukmasetya. Pada akhirnya, Pristy dan temannya pindah duduknya ke deket gw dan Ndu. Ga lama kemudian, muncul Amell yang ternyata juga hadir.

Karena suatu hal, Ndu dan Amell cabut duluan pada saat SIMUDA hari kedua itu. Temennya Pristy juga cabut. Akhirnya kita ngobrol berdua..
Gw : Mbak, kamu kemaren ga dateng ya?
Pristy : Iya, Fadil..
Gw : Kenapa?
Pristy : Aku jalan-jalan

Masa-masa SIMUDA itu adalah masa di mana di wall FB Pristy dipenuhi oleh Ari, dan di wall Ari dipenuhi dengan Pristy. Gw yang emang fudul masih ga berpikiran apa-apa, sampai Pristy sendiri yang cerita dan nanya-nanya tentang Ari.

Ternyata eh ternyata, pada saat SIMUDA hari pertama itu mereka jalan-jalan. Yak, jadi definisi jalan-jalan Pristy tadi adalah jalan-jalan bareng Ari. Hal tercangak sedunia adalah mereka ternyata hampir banget menjadikan Smansa sebagai objek jalan-jalan. Padahal, kalo sampai mereka masuk Lapangan Dalam Smansa, gw yang ada di Lantai 3 untuk Binsus bisa langsung teriak-teriak rusuh. Itu adalah momen kesekian di mana gw mulai merasa kok dunia gw banyak banget terhubung dengan Pristy?

Seusai SIMUDA, gw numpang shalat di kamar Pristy, dan di sana kita mencoba mencari apa sih sebenernya sampai kita kok bisa banget terhubung dengan banyak hal? Gw sejak lahir di Bogor, dia lahir di Temanggung. Gw A4, dia A1. Gw Q08, dia Q15. Gw anak pertama, sedangkan dia anak terakhir. Intinya, kita ga banyak menemukan kemiripan latar belakang, dan kita makin bingung sendiri berdua.

Momen pertemuan berikutnya terjadi antara gw, Pristy, dan Ari saat pengumuman hasil UTS PM di Pomi. Dan ternyata mereka baru jadian.
-____-"

Momen selanjutnya gw bertemu Pristy, dia cerita bahwa dia udah diajarin beberapa kosa kata Smansa oleh Ari, termasuk makna dan intonasi pengucapannya. Juga diceritakan tentang momen-momen insidental di Smansa.
Pristy : Fadil, aku udah diajarin bahasa Smansa lho sama Masnya.
Gw : Apa aja? 'Fudul'?
Pristy : Iya, aku dikasih tau tentang fudul, trus aku diceritain tentang POSKO. Tentang 'PJ cukup PJ'
Gw : Roti Smansa?
Pristy : Iyaaaaa
Gw : Ilmu komedi?
Pristy : Iya, Fadiiiil, masa kata Masnya ilkom tuh ilmu komedi..
Gw : Hehe, itu samanya sama aku.. Regen?
Pristy : Masnya selalu seneng setiap cerita regen dan OSIS, Dil. Dan cerita regen ini kok kayaknya ga abis-abis ya?
Gw : Aaaaah, Mbaaaak, aku jadi kangen Smansa nih.. Dia ngajarin kamu tentang 'sakali' ga?
Pristy : Naaah, itu dia, Fadil. Masnya tuh cuma ga mau cerita tentang 'sakali' ini aja..
Gw : Haha, aku juga ga mau cerita ah. Biar masnya aja yang cerita.

Pernah juga gw lagi duduk-duduk sendiri di depan sekret karena males ke asrama dulu sebelum rapat, dan ketemu Pristy yang sedang ngedarin surat Korpus. Ujung-ujungnya gw curhat tentang seseorang yang dia bahkan ga mungkin tau orangnya yang mana, dan malah berakhir kegirangan karena suatu hal yang terkait dengan tangga. #cukup saya, dia, dan Allah yang tau kedodolan tentang cerita tangga ini

Hingga suatu saat tiba-tiba gw menemukan dia di lorong gw. Ternyata dia baru mau ikut mentoring dan sekelompok sama temen selorong gw. Dia cerita bahwa dia ngerampok gelang 'Aku Cinta Smansa' punya Ari, dan akhirnya kita malah foto-foto.



Aku Cinta Smansa
Gelang gw yang di sebelah kanan, udah buluk

Terakhir, gw mengajak dia nonton bintang pada Star Party I HAAJ, yang terbuka untuk umum dan diadakan di Lapangan Belakang Gymasium. Sayangnya dia sedang ga enak badan. Dia nya sih nekat, tapi Ari ngelarang. Akhirnya ga jadi, gw ikut Star Party sendiri. Tapi kita bertekad pokoknya taun depan nonton bintaaaaang :)


Seiring berjalannya waktu, makin ke sini, ternyata semakin banyak orang-orang di lingkungan gw yang ternyata kenal Pristy.
Ari Adinugraha
Flora Katarina
Aktatama Silviana Dewi
Rifa Amalina Nugraheni
Verawati Nur Oktavia Rahayu
Anna Octaviani Candra
Imaniar Pratiwi
Prahditya Riskiyanto
Naila Azizah
Anisa Rahmah Sitompul
Amah Mila
dan akan terus bertambah seiring waktu yang akan kita tapaki di kampus ini :)

Termasuk Ronggeng Dukuh Paruk. Bahkan selera buku juga sama..

6 komentar:

pristysukma mengatakan...

sayaaang samaa fadil~ :")

.Dila.Dila. mengatakan...

eh, ada mbaknyaaaa :D
sayang mbak jugaaaaa

awan biru mengatakan...

ahaha lucunya dil :)
yg sejenis emang lebih ngeklop ya ;)a
aku jadi kangen dila deeeeh..

.Dila.Dila. mengatakan...

eh, ada tante nisa :p
kangen teteh jugaaaa :D

its me :) mengatakan...

ya ampuuun kudil, terharu deeh
lagi2 ada namaku ditulis disini, walopun cuma dikit, hehe
janji deeeh mau bikin postingan judulnya 'fadila' :)

.Dila.Dila. mengatakan...

belom jadi nih mau bikin yang tentang HK :p

fafa udah cerita tentang bakar-bakar hape, dan itu kayaknya seru banget :p