Senin, 20 Agustus 2012

Manakala

Manakala,
Manusia Indonesia bertambah banyak dan kesemuanya butuh makanan.

Manakala,
Sawah semakin sedikit karena tergusur untuk dijadikan perumahan dan mall, of course.

Manakala,
Anak-anak petani di desa sibuk bermigrasi ke kota. "Urbanisasi", ujarnya. Demi penghidupan yang katanya lebih layak.

Manakala,
Para pemuda desa tersebut ternyata mampu bertahan dan berhasil mengarungi kejamnya kehidupan di kota. Lalu secara rutin mulai mengirim uang hasil keringat mereka ke orang tua di desa.

Manakala,
Orang tua para pemuda tersebut dahulu merupakan petani.

Manakala,
Kakek-nenek petani di desa yang kini telah renta, tidak lagi mengandalkan bertani sebagai mata pencaharian utama karena telah mendapat kiriman uang untuk menikmati masa senja dari anak mereka yang telah sukses di kota.

Manakala,
Semua tau bahwa ini menyangkut hidup-mati manusia.

Manakala,
Hanya sedikit yang bertindak.


Satu hal yang gue tau,
Gue harus melakukan sesuatu.


#Renungan ketika mencuci piring yang sebarek-abrek di rumah nenek hari ini karena tamu-tamu yang datang berkunjung silaturahmi tanpa henti.

Tidak ada komentar: