Sabtu, 08 September 2012

Random Thought

Sekitar 2 bulan lalu, gue menahan tangan gue untuk tidak teracung di AK 17 Techno-F 2012 saat diharapkan menjadi volunteer dari AK sebagai calon ketua angkatan. Meskipun saat hari seleksinya volunteer dari AK gue berhalangan hadir, gue tetep ga mau gantiin.

Kenapa?
Gue yakin bahwa yang udah maju dan menjadi volunteer itu memang orang-orang super dari AK masing-masing. Begitu tau siapa-siapa aja kandidat dari tiap AK, gue bahkan bisa langsung nyaris menyimpulkan bahwa Luthfi ga bakal lolos secara kandidat yang lainnya lebih dewa semua *sori ya Upi :p*. Gue juga nyaris yakin Sawi ga bakal jadi 3 besar meskipun dia adalah ketua DPM TBP karena kan Sawi malu-malu kucing gitu. Gue juga yakin Amir ga lolos, entah kenapa gue yakinnya begitu. Bahkan gue yakin seandainya Elsa cowok, dia bakal bisa masuk 3 besar.

Dengan daya analisis tinggi *ini apa hubungannya deh?* gue pribadi langsung mendukung 3 orang yang ternyata eh ternyata mereka memang jadi 3 kandidat yang harus berkampanye di depan angkatan 48. Dengan daya analisis tinggi juga gue bisa nyaris memastikan bahwa Delmar bakal jadi ketua angkatan Fateta secara nyaris seluruh anak TIN kemungkinan bakal milih dia, juga kelas besar Q11-Q12 kayaknya bakal milih dia, ditambah dengan pembawaannya saat ngomong yang yaaaaaa tau lah bagi yang kenal mah.

Meskipun, melihat dari kerempongan di MPKMB, gue sih dukung Hilman karena dia yang paling ga rempong di MPKMB. Gue mendukung orang yang gue yakini ga bakal kepilih (ya, cara kerja otak gue memang sengotot itu). Gue tetep yakin Hilman ga jadi ketua angkatan karena Hilman juga pernah cerita saat rapat BPH bahwa hampir di tiap shalatnya dia berdoa biar ga jadi ketua angkatan, oke sip.
-______-"

Oke, stop ocehan ngelantur tentang ketua angkatan Fateta, karena sebenernya bukan itu yang mau gue tulis.

Gue yang siang tadi sedang berada dalam posisi istirahat di tempat bersama seratusan TIN 48 di Korfat, dalam sepersekian detik mengambil posisi siap, dan sepertinya dengan setengah sadar lalu maju ke depan barisan. Ternyata cukup untuk membuat dua orang tersulut harga diri dan emosinya.
:p

Dari lubuk hati yang terdalam, gue cuma pengen ngomong ke Teh Tuti..
Teh, Ari jadi kandidat ketua angkatan TIN 48 (48 itu angkatan Dila). Dan Dila ga akan heran kalau Teteh bakal bilang "Kebiasaan deh emang anak satu itu mah".

Gue juga mau ngomong ke Pristy..
Mbak, tuh benteng kesipilan masnya berhasil dikalahkan oleh harga diri.
:p

Dan sebenernya dua orang yang tersulut itu adalah objek pengamatan gue selama kuliah di IPB ini, mereka ber-NRP F3xx13 dan F3xx23. Pengamatan yang gue lakukan adalah mengenai akankah mereka betah dengan kesipilannya atau tidak. Ternyata pertahanan mereka untuk sipil dengan cukup mudah berhasil dihancurkan karena gue maju ke depan siang tadi.

Bingung dengan kisah random di atas?
Atau penasaran dengan kelanjutan ceritanya?
Karena satu dan lain hal, ada baiknya jika post ini dilanjutkan dan diperjelas selepas bulan September, insya Allah..
Semoga sabar menanti :)

Tidak ada komentar: