Rabu, 17 Oktober 2012

Tidak Dapat Berfikir Jernih

Saya tidak dapat berfikir jernih,
Manakala ia tersenyum
Meskipun senyuman itu mungkin bukan untuk saya

Saya tidak dapat berfikir jernih,
Karena caranya menanyakan dan meminta tolong untuk hal-hal sepele kepada saya yang, hei, pertanyaan dan permintaan tolong itu sungguh luar biasa sepele
Padahal, bahkan mungkin saja ternyata saya memang hanya sesepele itu baginya, sehingga hanya ditanyakan untuk hal-hal sepele pula

Saya tidak dapat berfikir jernih,
Karena cara teman-temannya yang sibuk ber-ehem-ehem ketika dia berbicara dengan saya
Padahal, hei, bisa saja temannya memang sedang mengidap radang berkepanjangan

Saya tidak dapat berfikir jernih,
Karena caranya memperlakukan saya
Karena saya yakin saya akan tersenyum tanpa henti, dan saya bukan orang yang terlatih untuk menyembunyikan senyuman

Saya tidak dapat berfikir jernih,
Karena caranya memperlakukan saya
Karena seluruh perlakuannya mampu membuat dunia saya membeku sejenak demi mengabadikan momen-momen yang sebenarnya tidak terlalu penting untuk diabadikan bagi orang lain, tapi menjadi penting bagi saya

Saya tidak dapat berfikir jernih,
Karena bayangnya sering muncul di dalam fikiran senggang saya.

Dan momen ter-tidak-dapat-berfikir-jernih adalah kemarin sore ketika ada salah seorang teman yang keceplosan berkata,
"Dil, dia pernah nanyain tentang kamu ke aku lho.."
.G64110005.

4 komentar:

pristysukma mengatakan...

aku tauuu fadil :*

.Dila.Dila. mengatakan...

woooo, paling tauuuuu :p

Anonim mengatakan...

huuuu... selamat menahan diri. hahaha.
akhir2 ini gw juga gak bisa berfikir jernih. lebih parah dari lu malah.

.Dila.Dila. mengatakan...

uceeeeeeeeeeeeeeeeeng :p