Kamis, 13 Juni 2013

Mungkin

"Dil, lu ngerti materi ini ga?"
"Heumm, ngerti deh kayaknya"
"Kok ngerti sih?"
"Dosennya ngejelasin kok"
"Rajin amat lu merhatiin dosennya, gue aja enggak.."

Mungkin jika salah satu atau kedua orang tua lu dosen, maka lu akan berpikir berkali-kali sebelum memutuskan untuk ga memerhatikan ketika dosen ngajar.

Mungkin jika tujuan lu kuliah ini bukan semata-mata nilai di transkrip IP, maka lu akan berpikir berkali-kali sebelum memutuskan untuk ga memerhatikan ketika dosen mengajar..

Mungkin ketika lu ingat bahwa ilmu yang bermanfaat itu merupakan perkara yang tak habis ketika dihadapkan dengan maut sekalipun, maka lu akan berpikir berkali-kali sebelum memutuskan untuk ga memerhatikan ketika dosen mengajar..

Atau mungkin pemikiran sederhana gue yang terlalu idealis?


Tambahan :
Somehow gue suka mikir, kok ada ya yang prinsip ujiannya adalah 'datang-kerjakan-lupakan'?
Somehow gue berasa minoritas kalau inget seberapa banyak orang yang memegang prinsip itu
Setidaknya, yang mayoritas belum tentu benar

2 komentar:

Anonim mengatakan...

Mungkin mereka belum paham betapa indahnya materi yang diajarkan dosen dan bagaimana hal, disadari atau tidak, itu sangat mempengaruhi kehidupan kita.

Gw jg merasa seperti itu dil. Makanya gw beberapa belas bulan kebelakang rasanya stuck di tempat yang salah. Ahh.. Bukan salah tempatnya, salah gw yang terus menerus ''menyesuaikan'' dengan orang-orang di sekitar gw.

Dila.Dila mengatakan...

semangat juga ya mas anonim :)

bukan beberapa belas bulan deh kayaknya, udah dua puluhan sekian bulan deh malah..

:D