Sabtu, 10 Agustus 2013

Sekeping Kisah pada Hari Kedua Idul Fitri

Pengantar kisah ini sebenarnya bisa begitu panjang. Untuk memudahkan, cukup rasanya diceritakan bahwa selama konvoi 5 mobil keliling Jabodetabek dalam rangka silaturahmi (ke adik-kakaknya almarhum kakek dari pihak Ibu) pada H2 Idul Fitri ini gue terusir oleh adek gue dari mobil Ayah-Ibu sehingga gue berada di mobil saudara gue yang ada tivinya.

Alkisah, sepanjang perjalanan yang rasanya panjang banget itu kami (gue dan 4 sepupu gue yang kakak beradik) nonton tivi. Hingga pada salah satu channel tivi yang menampilkan iklan Master Chef,
Tante gue : Inget ya, Nak, jangan nonton Master Chef.
4 Sepupu gue : Iya, Bu..

Karena merasa bingung, gue memberanikan diri bertanya mengapa para sepupu gue itu ga boleh nonton Master Chef. Ternyata jawabannya adalah,
Om gue : Soalnya mereka mencela makanan, Kak. Apa lagi jurinya si Chef *tuuuut* *pasti taulah siapa*. Kan kata Rasul, kita ga boleh mencela makanan..
Dan tetiba gue merasa bahwa kini membesarkan anak dengan baik kian sulit.

Tidak ada komentar: