Selasa, 03 Desember 2013

Rumah

Berbicara tentang rumah, gue selalu senang dengan rumah-rumah di kompleks tempat gue tinggal. Jadi begini ceritanya, di dalam kompleks yang gue tinggali dari kecil ini seluruh rumahnya adalah rumah dinas. Ayah dan/atau Ibu dari tetangga-tetangga gue merupakan pegawai di Kantor. Kantor adalah sebutan dari seluruh penghuni kompleks untuk Kampus STP Cikaret. Kenapa biasa ada pemaknaan bersama sebagai Kantor? Yaaaa, karena minimal akan ada satu orang dari tiap rumah di kompleks yang bekerja di Kantor, entah itu sebagai dosen, tata usaha, staf, dan civitas akademika lainnya. Setelah gue berhasil menemukan catatan makul Sosiologi Umum ketika TPB dulu, gue dengan yakin berkata bahwa susunan di kompleks rumah gue ini adalah grup yang terbentuk atas dasar teritori.

Kembali ke topik mengenai rumah dalam arti yang sebenarnya.
Ada apa dengan rumah-rumah di kompleks tempat tinggal gue ini? Rumah-rumah di kompleks ini tuh bangunan aslinya kecil, ga terlalu luas. Lantas penghuni-penghuninya terdahulu melakukan perluasan di rumah masing-masing sehingga menjadi lebih luas. Kecenya, bangunan awal tiap rumah adalah rumah yang tak memerlukan energi lampu sama sekali untuk penerangan di siang hari. Hingga ke kamar mandi sekalipun, ga butuh energi lampu untuk pencahayaan di siang hari. Gue yakin rumah-rumah ini dulu dibikin denahnya dengan presisi, ga kayak rumah-rumah sekarang yang bisa jadi asal jadi.

Bentuk kompleks rumah gue ini seperti angka 8 yang sangat besar. Jika membuat angka 8 yang seperti pada jam-jam digital (seperti dua buah persegi empat yang ditumpuk secara vertikal), maka posisi persegi empat yang di bagian bawah merupakan lapangan bola di kompleks, dan persegi empat di atasnya adalah Kantor. Dua sisi terpanjang yang sejajar di kompleks dinamakan blok B dan blok T, yang merupakan singkatan dari barat dan timur. Rumah-rumah di blok B dan blok T dibangun berhadapan. Rumah gue di blok B, dan kamar gue adalah kamar paling depan di rumah dengan jendela yang menghadap ke depan, which is ketika gue membuka jendela kamar di pagi hari maka gue akan melihat matahari terbit.
Perfecto.

Balik lagi ke rumah,
Kelak gue pengen banget punya rumah yang kayak rumah-rumah di kompleks tempat gue tinggal ini. Rumah hemat energi yang ga butuh lampu sama sekali untuk pencahayaan di siang hari. Lalu, nanti akan ada bagian kecil di level teratas rumah yang ternaungi kanopi, memiliki jarak pandang cukup luas di keseluruhan sisinya, dan ga terhalangi gedung dalam jarak yang dekat. Jadi bisa untuk melihat bintang atau untuk membaca buku yang bagus di sore hari.

Tidak ada komentar: