Senin, 03 Februari 2014

Fieldtrip Tinformers (Part 4 : Hari ke-5-6)

Hari ke-5
Hari ini kami ke UKM Dewata. Bagi beberapa orang yang rasanya bisa aja ketika kunjungan ke UKM Dewata ini, itu salah besar. Sesunguhnya UKM Dewata ini berperan penting dalam kelangsungan rombongan fieldtrip hingga bisa menyetuh pulau Bali.

UKM ini merupakan destinasi yang maksa. Maksa banget malah. Karena kalau ga ada UKM ini,
Ya sudah, kalian ga usah ke Bali aja kalau cuma dateng ke Sosro. Sosro juga banyak kok di Jawa. Ngapain 3 hari di Bali kalau cuma ke Sosro doang?
.Bu Nastiti.
Maka dicarilah alternatif kunjungan. Susah coy. Susah banget. Mengingat kami di Bali ketika weekend (memang hal ini merupakan ide picik panitia untuk menjadwalkan weekend di Bali, haha) dan industri pada tutup ketika weekend.

Entah bagaimana, kalau ga salah ini ide dari Mbak Puri deh, akhirnya terpilihlah UKM Dewata untuk diteladani kisah pendirinya mengenai semangat berwirausaha.

Inti segala inti dari kisah Ibu Jero sang pendiri UKM adalah cinta memberikan sumber energi terbarukan dan bisa membuatmu melakukan banyak hal. Ceilaaaaah, kece banget kaaaaaan? :3
Love wil find a way lah kalau kata film Disney Lion King mah.

Jadi inget percakapan absurd temen gue di bis, nama pelakunya lebih baik gue samarkan.
Eh kok itu power bank si *blubup bubup* *sensor* ga abis-abis sih?
Mungkin itu power bank bertenaga  harapan.
Rada jijik emang pas dengernya.

Di UKM Dewata rasanya ga afdol kalau ga belanja. Dan akhirnya gue belanja lagi. Oh meeeeen, inget nasib dompet, Dil, sadar woy.

Ketika di UKM ini gue gue menyadari sesuatu, bahwa sesungguhnya sejak awal perjalanan gue memiliki seorang shoppingmate yang setia. Dia adalah Bela, nama lengkapnya Libna Salsabila. Mulai dari shopping di Indomaret pada rest area pertama, gue udah bareng-bareng sama dia. So sweet kaaaan? Sampai ke toilet aja bareng dan dia juga merupakan geng sikat gigi, haha.

Gue dan Bela mengendap di pojokan sampai kalap dan gue akhirnya menemukan rok lucu. Lucu banget malah. Rok tersebut bernasib rada mengenaskan karena dijarah oleh adik gue begitu sampai di rumah.

Seusai dari UKM Dewata kami ke Tanjung Benoa untuk wisata air. Gue main ke Pulau Penyu, tapi belum ada yang meng-upolad fotonya sehingga gue ga bisa menyertakan di post ini

Dari Tanjung Benoa kami ke Puja Mandala untuk istirahat shalat. Puja Mandala ini merupakan kompleks beribadah dimana di dalamnya terdapat seluruh tempat beribadah dari 5 agama yang diakui di Indonesia.

Dari Puja Mandala kami beranjak ke Uluwatu. Pemandangan Uluwatu subhanallah kece bangeeeeeeeeeet :3. Keberadaan banyak monyet-monyet jahil tidak mengurangi keindahan Uluwatu sama sekali. Di Uluwatu ada titik yang kami namakan Ojan's Spot untuk berfoto karena Ojan yang menemukan tempat itu, dan gue sempat foto di Ojan's Spot.

Gue, di Ojan's Spot
Selama di Bali ini ga banyak hal absurd yang dilakukan di perjalanan karena ada Bli yang senantiasa menjadi pemandu dan bercerita panjang lebar mengenai Bali. Bli ini garingnya sumpah deh, mungkin itu tututan profesi menjadi pemandu wisata. Garingan maha garing Smansa masih kalah beberapa level dari garingan Bli ini. Ari aja cuma bisa geleng-geleng dengan muka salut atas kegaringan maha garing selama 3 hari di Bali.

Seusai dari Uluwatu kami ke Jimbaran untuk makan malam di pinggir pantai. Di Jimbaran ini hujan coy. Emang dasar orang Bogor pada bawa hujan sepertinya. Setelah panitia cukup bingung karena hujan, akhirnya hujan berhenti dan makan malam tetap dilanjutkan.

Sepulang dari Jimbaran kami langsung ke penginapan dan segera tidur, mengingat besok harus berangkat sejak pagi untuk mengincar penyeberangan Gilimanuk-Ketapang sebelum ashar agar dapat tiba di Jogja tepat waktu pada hari Senin.


Hari ke-6
Hari ini akan ada penyeberangan dari Gilimanuk ke Ketapang. Pagi harinya di penginapan diawali dengan pemberian award angkatan, horeeeee. Di pembagian award ini gue dinobatkan sebagai orang ter-aktif. Definisi dari teraktif, yaaa, silakan dinalar sendiri lah ya. Somehow setidaknya teraktif ini masih lebih kece daripada teralay, terbeser, atau terngaret. Hehe.

Perjalanan diawali dengan mengunjung Joger. Again, pusat oleh-oleh. Tidaaaaaaaaaaak. Meskipun sudah menebalkan niat untuk tak tergoda, gue tetap berakhir menyedihkan dengan mengurek-ngurek tumpukan berisi pouch lucu-lucu bersama Bela sang shoppingmate.

Gue sampai ngambil uang ke ATM seusai dari Joger karena uang di dompet gue tinggal 20 ribu dan masih ada destinasi terakhir, Jogja bro.

Setelah dari Joger, kami makan siang dan dilanjutkan dengan perjalanan ke Gilimanuk. Penyeberangan kali ini lebih seru karena hari masih siang. Banyak banget yang foto-foto alay selama di atas kapal, maklum lah ya kapan lagi coba pada naik kapal.
Foto OMDA, OMDA Smansa
F34110013, F34110016, F34110023, F34110025

Melihat gue yang foto Smansa berempat, teman-teman TIN lainnya yang dari Smansa di daerah masing-masing juga pada pengen ikutan foto.
Masih OMDA Smansa
Smansa Bogor, Smansa Palembang, Smansa Ciamis, dan Smansa-Smansa lainnya

OMDA Bogor

(sebagian) TINFORMERS

Setiba di Ketapang, beberapa teman yang berdomisili di sekitar Banyuwangi mulai memisahkan diri dari rombongan untuk pulang ke rumah masing-masing. Take care ya :)

Perjalanan di Jawa Timur gue habiskan dengan tidur, haha. Emang ga produktif gue di perjalanan. Karena kalau baca buku akan ada indikasi pusing, makanya mendingan gue tidur.

Sempat istirahat sejenak untuk makan malam di Situbondo dan di sini gue bertemu dengan mahasiswa kesayangan Ibu. Gue memangginya Tek Kom ('tek' berasal dari 'etek', etek itu bahasa Minang yang artinya kurang-lebih sama seperti bulik dalam bahasa Jawa, semacam tante yang usianya lebih muda dari orang tua kita). Nama lengkapnya Komsatun, beliau anak kelima. Anak beliau namanya Hanif, BDP 49. Alasan Hanif memilih BDP adalah karena Ibu kuliahnya (S123) BDP. Hanif ini teman sekompleks kontrakan dengan Ian (kontrakan mereka itu pemiliknya sama dan pemilik kontrakan itu memberi pagar di besar untuk memagari beberapa rumah kontrakannya sehingga Ian dan Hanif berjudul sekompleks kontrakan).

Gue dibekali pempek yang ikannya gue yakini berasal dari tambak milik Tek Kom. Aaaaaaah, terimakasiiiiih :3

Perjalanan dari Situbondo melewati Paiton, itu adalah PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) dengan kapasitas 800MW *hasil Googling*. Dan itu besaaaaaar banget. Di bawah pengaruh antimo, beberapa orang berkomentar dengan setengah teler mengenai Paiton yang inti dari segala komentarnya adalah bahwa Paiton itu gede. Gede banget.

Perjalanan ke Jogja dihiasi dengan tidur di perjalanan.
Ga sabar rasanya untuk cepat tiba Jogja karena Jogja selalu menyenangkan *terlepas dari panasnya yang ampun-ampunan*
Jogjaaaaaaaaaaaaaaaa, here I coooooome :D

Tidak ada komentar: