Senin, 07 April 2014

Astrofact [Tahun Kabisat dan Tahun Abad]

Periode bumi mengelilingi matahari adalah 365,25 hari. Itulah mengapa ada tahun kabisat setiap 4 tahun sekali yang  bertujuan untuk membulatkan sisa waktu yang berlebih dari tiap tahunnya.

Tahun kabisat apaan sih?
Itu adalah tahun di mana bulan Februari memiliki hari sebanyak 29 hari. Berbeda dengan Februari-Februari biasa yang hanya ada 28 hari. Untuk memudahkan, konsensus para astronom dan ilmuwan dunia *gue lupa tahun kapan, pokoknya duluuuuu banget* menetapkan tahun kabisat ada pada setiap tahun yang habis dibagi 4.

Kenapa Februari bisa cuma punya 28 hari sih?
Konon dulu Februari punya 30 hari dan Juli punya 29 hari. Trus ketika Julius Caesar berkuasa, di memindahkan jumlah hari di Februari ke Juli karena Juli itu bulan kelahirannya *iya, semena-mena emang*. Jadilah jumlah hari di Februari tinggal 28 dan Juli jadi 31. Dan ga ada yang berani komplain ke Julius Caesar, secara dia sedang berkuasa.

Oke, back to tahun kabisat dan tahun abad.

Pada kenyataannya, dalam setahun bumi mengelilingi matahari tidak tepat 365,25 hari. Tidak tepat 365 hari lewat 6 jam. Melainkan 'hanya' 365 hari, 5 jam, sekian menit, sekian detik.


Ketika pembulatan menjadi tahun kabisat ini terus menerus dilakukan setiap 4 tahun sekali, maka nanti akan ada hari yang 'berlebih' karena pembulatan ini dilakukan ke atas. Kalau hal ini dibiarkan, maka setiap sekitar 120-an sekian tahun akan ada kelebihan 1 hari. Kalo untuk melakukan perhitungan hingga milenia, ini bisa ga presisi coy.

Maka dari itu dibentuklah apa yang dinamakan tahun abad.

Tahun abad apaan lagi deh?
Tahun abad adalah tahun-tahun yang berulang tiap seabad. Tahun ini biasa dijadikan patokan pergantian abad. Biar gampangnya, tahun abad itu adalah tahun yang 2 digit di belakangnya adalah 00, misal tahun 1900, tahun 1800, atau tahun 1700. Gitu.

Tahun abad berarti tahunnya habis dibagi 4 kan ya?
Harusnya berarti jumlah hari dalam bulan Februari-nya ada 29 kan?

Tapi pada kenyataannya, kesepakatan yang ada adalah bahwa setiap tahun abad, bulan Februari berjumlah 28 hari. Kecuali tahun-tahun yang habis dibagi 400.

Lah kenapa jadi cuma 28 hari?
Ya untuk yang tadi itu, untuk kelebihan beberapa menit dan beberapa detik di setiap pembulatan tahun kabisat selama seratus tahun.

Ga percaya?
Silakan buka hape masing-masing. Cek kalender hape. Kalau di hape gue (Nokia E63 *serius ini gue bukan sombong, lha wong hape gue umurnya udah hampir 4 tahun kok*) ada aplikasi untuk 'Go to date'. Silakan cari tanggal 28 Februari 2100. Niscaya keesokan harinya setelah tanggal 28 Februari itu langsung menuju ke tanggal 1 Maret.

Tahun abad mungkin bukan hal yang umum dibicarakan oleh manusia di generasi sekarang. Secara mungkin nyaris ga ada manusia kelahiran tahun 1900 yang masih hidup hingga saat ini, dan bisa jadi nanti kita sudah pada keburu berpulang sebelum menyentuh tahun 2100 kelak.

Tapi kan kita melewati tahun 2000, Dil?
Iya. Kan tapi tahun 2000 abis dibagi 400, makanya jumlah hari di Februari-nya ada 29.

Setidaknya lumayan lah ya kisah mengenai tahun abad ini bisa untuk bekal cerita ke cucu(?) nanti.
:p

Tidak ada komentar: