Rabu, 02 April 2014

Bumi

Sejak beberapa saat setelah kemunculan di tata surya,
Bumi selalu mengamati Matahari dari jauh,
Dari jarak yang dirasanya aman.

Berada di dekat Matahari selalu menyenangkan,
Matahari membuatnya bersemangat,
Dan memberinya energi terbarukan untuk menghadapi semesta.

Sekian lama Bumi mengamati Matahari,
Kian hari rasanya kian tak biasa.
Mungkin tanpa disadari,
Bumi kagum kepada Matahari.
Asumsikan saja seperti itu.

Bumi kini mengagumi Matahari,
Namun tak berani mendekat.
Bumi tahu,
Selangkah saja ia mendekat,
Maka seluruh tatanan semesta akan berubah.

Bumi kini mengagumi Matahari,
Namun tiap kalinya tak berani terlalu lama.
Bumi tahu,
Sekali saja ia terpaku terlalu lama,
Maka gravitasi Matahari akan menghisapnya tak bersisa.

Bumi menikmati revolusinya,
Sungguh-sungguh menikmati.
Sesekali memang ada gerhana,
Namun itu tak pernah bertahan lama.

Bumi mengerti bahwa berevolusi mengelilingi pusat galaksi tentu melelahkan.
Maka dari itu Bumi lebih memilih untuk tak membuka obrolan dengan Matahari dalam sangat banyak kesempatan,
Sehingga Matahari tak perlu mendengar cerita tak penting mengenai tsunami, angin ribut, ataupun kekeringan.

Dari kejauhan Bumi hanya mampu mendoakan semoga Matahari dikuatkan.
Tak usah merasa sendiri, toh pada nyatanya Bumi tetap di sini.

Rasa-rasanya Bumi ingin selalu berada di dekat Matahari.
Meski seluruh dunia tahu,
Bahwa semesta telah melewati separuh usia.
Bahkan Bumi sendiri tak mampu membayangkan,
Apa jadinya Bumi tanpa Matahari?

Entahlah..
Mungkin tak akan ada kehidupan,
Mungkin tak akan ada acuan waktu,
Mungkin tak akan ada tempat berporos,
Entahlah..

Bumi merasa bahwa terkadang mungkin Matahari ingin berbincang dengannya.
Tapi mungkin Merkurius lebih dekat,
Venus lebih terang,
Dan Mars lebih menarik untuk diajak berbincang karena mengingatkan Matahari dengan seorang kawan jauh, Antares, yang telah sekian lama tak bersua.

Atau bisa jadi,
Mungkin karena Jupiter lebih besar,
Saturnus lebih cantik dengan cincinnya,
Atau mungkin sesekali Uranus dan Neptunus harus mendapatkan perhatian khusus karena letak mereka yang jauh.

Pada akhirnya,
Bumi mengerti bahwa Matahari memiliki planet-planet lain selain dirinya.
Setidaknya, bertemu dalam doa juga sudah lebih dari cukup.
:)

Tidak ada komentar: