Kamis, 08 Mei 2014

Patah Hati

Pagi hari ini, mood gue dibolak-balik dengan whatsapp dari salah satu temen SMA gue. Orang yang dipersaudarakan oleh lingkaran cahaya dengan gue, ta'akhi gue.

As usual, gue ga pernah nangis di depan orang yang bikin gue nangis. Termasuk pengumuman LKBB, gue ga pernah nangis di lapangan apapun hasil lombanya. Tapi keluar lapangan gue langsung nangis.

Pagi ini juga sama. Gue ga nangis pas baca message whatsapp-nya. Tapi begitu gue tutup aplikasinya, gue langsung nangis.

Alay sih..
Alay banget malah..
Seharian nangis, ga nangis kayak film India gitu kok, enggak. Cuma menetes secara tak terduga aja dengan intensitas cukup sering..

Gue cerita ke salah seorang temen kampus, tapi ga membantu. --"
Sepertinya temen kampus gue itu ga ngerti aspek sebelah mananya yang bikin gue sampai nangis.

Sejujurnya, gue merasa kehilangan. Meskipun secara harfiah temen gue itu ga ke mana-mana, tapi ada hal lain yang bisa dimaknai bahwa sesungguhnya dia ga benar-benar ada di sini.
Bukankah rasa kehilangan adalah indikasi dari rasa memiliki?

Pokoknya gue mah sayang lu selalu lah, karena Allah
:"

Takkan redup berpijar ya
:"

Jadi tinggal bertiga T___T *nangis lagi*

Tidak ada komentar: