Rabu, 11 Juni 2014

Astrofact [Zodiak]

"Eh, zodiak lu apa?"
Bagi yang sering baca ramalan bintang ketika masih alay dahulu mungkin cukup sering mendengar pertanyaan itu.

Sebenarnya, zodiak itu apa sih?
Zodiak adalah rasi-rasi bintang yang berada di langit dengan lokasi memotong ekliptika bumi.

Ekliptika apaan lagi deh?
Ekliptika itu bahasa ilmiahnya adalah jalur benda langit yang digunakan untuk mengelilingi suatu titik pusat tertentu. Untuk kasus bumi, ekliptika bumi adalah jalur edar bumi di tatasurya. Kalau inget pelajaran IPS pas SMP, itu lho yang ada kemiringannya 23,5 derajat.

Memangnya rasi bintang ada berapa?
Sebenarnya, Himpunan Astronomi Internasional membagi rasi bintang menjadi 88 dengan batas-batas tertentu yang tersebar di langit bagian utara dan selatan. Akan tetapi zodiak hanya berjumlah 12 karena hanya ke-12 rasi itu yang berada di ekliptika dengan jarak antar-rasi kurang-lebih tidak berbeda jauh sehingga lebih mudah untuk dijadikan acuan.

Belahan bumi utara dan selatan menjadi penting untuk digarisbawahi dalam astronomi karena adanya keterbatasan jarak pandang. Warga bumi utara tidak dapat melihat seluruh bintang yang berada di langit selatan dan warga bumi selatan juga tidak dapat melihat seluruh bintang di utara. Ingat, bumi itu bulat bro. Hal yang seru ketika menjadi astronom amatir di Indonesia adalah Indonesia terletak di khatulistiwa, sehingga kita dapat melihat bintang di langit utara maupun di langit selatan.
*horeeeeee*

Di masa lalu, para pengamat langit karena malem hari belum ada SUCI 4 sering membuat garis imajiner di antara bintang-bintang dan kemudian menghubungkannya menjadi rasi bintang. Para pengamat langit tersebut tidak hanya mengelompokkan bintang-bintang menjadi rasi tapi juga membagi ekliptika menjadi 12 area dengan besaran yang sama yakni 30 derajat (dengan asumsi matahari bergerak dengan kecepatan yang sama).

Keduabelas area itu kemudian diisi masing-masing oleh satu rasi bintang yang lantas dikenal sebagai konstelasi zodiak. Pembagian area ini mempermudah pekerjaan para pengamat langit untuk mencatat pergerakan posisi matahari, bulan, dan planet dengan adanya bintang-bintang sebagai acuan.

Kembali ke pertanyaan di atas,
"Zodiak lu apa?"
"Kenapa kalo gue lahirnya 27 Juni maka zodiak gue Cancer?"
*iya, gue tau kok sebentar lagi gue ulang taun, tapi ini bukan kode, sumpah*
"Gue bisa ngeliat Cancer ga di malam hari ketika gue ulang tahun?"

Jadi, penentuan zodiak itu ga boleh ngasal. Zodiak adalah rasi bintang yang menjadi latar matahari di siang hari ketika kita dilahirkan. Ketika zodiak gue adalah Cancer, maka sesungguhnya Cancer itu adalah rasi yang menjadi latar matahari di siang hari ketika gue lahir atau ulang tahun. That means gue ga bisa liat Cancer di malam hari ketika gue ulang tahun, iyalah, kan ada di langitnya pas siang-siang.

Mungkin ada yang khilaf bertanya,
"Trus, memangnya kalau siang lu ga akan bisa liat Cancer-nya, Dil?"
Ya ga bisa lah, kan cahanya sudah tertutupi oleh cahaya matahari.
Begitu..

Kapan dong gue bisa liat Cancer di malam hari?
Nanti, setengah tahun setelah gue berulang tahun, ketika bumi sudah merampungkan setengah revolusinya.

Coba liat gambar ini.

Zodiak di ekliptika bumi

Yang di tengah adalah matahari. Lingkaran yang berada di dalam adalah ekliptika bumi. Adapun lingkaran di luar dengan titik-titik aneh adalah visualisasi zodiak, titik-titik anehnya itu ceritanya adalah bintang-bintang penyusun zodiak.

Setengah tahun setelah kita berulang tahun, bumi telah berjalan mengelilingi matahari sejauh setengah lap *berasa lomba lari* sehingga di malam harinya kita akan dapat melihat rasi yang menjadi zodiak kita itu.
Edisi geosentris (bumi sebagai pusat)

Cancer yang susah ditemukan
Berbicara mengenai Cancer, sepertinya setengah tahun yang akan datang sekalipun akan sulit bagi gue untuk dapat menemui Cancer di malam hari. Gue dapat menemukan lokasi Leo, gue dapat menemukan lokasi Gemini, dan gue dapat menemukan ruang kosong di antara Leo dan Gemini. Seharusnya Cancer ada di situ. Akan tetapi Cancer terdiri dari bintang-bintang yang kurang terang (bintang paling terangnya bermagnitudo hanya 3.5 padahal itu sudah merupakan sistem bintang ganda T__T), ditambah dengan polusi cahaya di Bogor, jadinya yaaaa, apa atuh lah Cancer mah ga keliatan..

1 komentar:

sifat zodiak cancer mengatakan...

wedew lengkap dan detal banget ya, btw saya percaya kalo sifat zodiak cancer itu punya sifat yang unik yg jarang dipunyai oleh orang lain