Sabtu, 07 Juni 2014

Super Crew, The Choosen One

Alkisah, di awal semester 6 ada pemberitahuan dari dosen ketika berlangsung mata kuliah Teknologi Minyak Atsiri, Rempah, dan Fitofarmaka bahwa,
"Nanti kalian membentuk tim untuk melakukan kunjungan. Perwakilan tiap golongan praktikum aja. Kalau ga ada kunjungan, nanti kalian UP (ujian praktikum)."
Ya mana ada yang mau lah disuruh UP, haha..
Maka dari itu penentuan The Choosen One di P1 ini cukup ribet karena menyangkut masalah umat bro, ujian praktikum.
*Tiba-tiba jadi pengen bikin tulisan tentang P1 deh, dari NIM awal sampai NIM akhir*

Tersebutlah salah seorang teman gue di P1 bernama Camelia Hilma. Setelah diberi gelar sebagai 'Ibu Danus' (karena kerjanya ngedanus mulu) ternyata dia memiliki kemampuan terpendam untuk menjadi humas dan hal tersebut baru diketahui ketika Fieldtrip. Sempat ada yang mengajukan nama Camel untuk jadi perwakilan P1 demi mengurus kunjungan ini. Akan tetapi yang bersangkutan masih rada trauma dengan pengalaman menjadi humas di Fieldtrip. Akhirnya ga jadi.

Ada juga yang mengajukan nama Yudhis. Akan tetapi ada orang lain yang berkata,
"Kasian Yudhis, kemaren abis ngurusin Fieldtrip. Masa ini ngurusin kunjungan lagi?"
Akhirnya Yudhis juga ga jadi.

Ada lagi seorang yang nyeletuk menyebut nama gue. Kampr*tnya adalah semua orang setuju -____-"
Apa bedanya coba gue sama Yudhis? Kan kan gue juga ngurus Fieldtrip padahal..

Kalau kata seseorang di P1 waktu itu mah,
"Kalo urusan ngoordinir yang gini-gini, we are nothing without you, Dil.."
Terharu sih.
Tapi tetep aja kesel.

Akhirnya gue jadi The Choosen One dari P1 untuk ngurusin kunjungan ini dan bertemu dengan The Choosen One dari P lainnya. Selama 7 minggu pertama kuliah (di sesi UTS) ga ada hawa-hawa sama sekali dari dosen ataupun laboran praktikum tentang kunjungan. Setelah UTS? Baru deh kami diteror sana-sini dan keseruan ini dimulai.

Beruntung bisa mengenal kalian lebih dekat dalam 7 minggu ini. Sangat banyak hal yang bisa gue pelajari dari kalian.
Kalian luar biasa *ala Ariel Noah*
Super crew; The Choosen One P3-P4-P2-P1

The Choosen One P3
Sendy Twin Sitoresmi
Ngerjain sesuatu bareng Sendy udah bukan hal baru bagi gue. Dulu pernah bareng di RAF pas semester 4, gue jadi sekretaris dan dia jadi bendahara. Red's Cup di semester 5 juga bareng, lagi-lagi gue sekretaris dan dia bendahara. Bahkan di kepanitian kunjungan ini, tanpa ada pernyataan yang menegaskan tentang jobdesk, dia mengerjakan hal kebendaharaan dan gue mengerjakan kesekretariatan. Udah sepikiran banget lah yaaaa :3

F34110096. Ulang tahunnya 25 Desember. Punya kembaran (ya iyalah, itu di namanya aja ada 'Twin'-nya) namanya Seno dan kembarannya mirip Luky. Kosannya di Perwira, Pemerena. Pacarnya ketua angkatan ITP 48 yang juga kembar. Kalau dia langgeng sama pacarnya yang kembar itu, mungkin anaknya juga bisa jadi kembar *ga penting sih kalimat yang terakhir ini*.

Sendy akan selalu semangat tiap diajak ngitung rancangan anggaran biaya. Dia sering nanyain ke gue gimana hasil minta dana ke Departemen, tapi suka ga berani kalo diajak ke Departemen, hehe.

Ngerjain sesuatu bareng Sendy selalu menyenangkan. Dia semangat terus, nyaris ga pernah ngeluh, dan selalu ngerjain sesuatu dengan total. Ketika dia sedang ga bisa, dia akan bilang ga bisa, tapi dia akan memberikan alternatif hal lain yang bisa dia bantu kerjakan. Sama ketika dia ga suka dengan suatu ide, dia akan bilang bahwa dia ga suka dan memberikan alternatif (karena kadang gue suka sebel sama yang cuma ngritik tanpa ngasih solusi *maap curcol*).

Sesama bis 2 ketika Fieldtrip semester 5 lalu. Sesama personil SP Satop di tahun lalu. Dan dia bersama-sama Shinta meracuni gue dengan lagu 'Sepatu' dari Tulus.


The Choosen One P4
Reno Panji Samboja Pramono
F34110109. Ulang tahun tiap 12 Februari. Ga punya Facebook. Ga nge-kost, rumahnya di Pomad, 19 km dari kampus. Dulunya sekolah SMA 3 Bogor. Ayahnya tentara di bagian medis. Seumur-umur belom pernah dirawat di rumah sakit dan berharap agar ga perlu dirawat di rumah sakit. Yamaha V-ixion merah F 5768 PV.

Jago banget main voli. Mayor TIN, minornya main futsal. Kalo udah ber-futsal ria, bisa pulang ke rumah jam setengah 12 malem. Tiap hari bawa tas gede yang bisa menampung laptop tapi nyaris ga pernah bawa laptop. Tiap hari bawa sandal, dan ketika gue tanya, jawabannya adalah,
"Ya elah, Dil. Kayak bukan orang Bogor aja. Sepatu gue yang enak dipake kuliah cuma sebiji soalnya, sisanya pantofel dan sepatu futsal."

Secara tidak langsung, Reno kami nobatkan menjadi ketua panitia kali ini. Reno ini sabaaaaaaaaaaar banget *keren lah pokoknya*, gue sebenernya udah nge-fans sama sabarnya Reno sejak ada kisruh final voli Red's Cup 2013 lalu.

Di Super Crew ini, di tengah kerempongan dan keteledoran gue yang tau lah ya kayak apa, Reno bisa-bisanya dengan sabar bilang, "Udah, Dil. Ga apa-apa kok..". Padahal gue tau banget itu sebenernya 'apa-apa'.

Ya Allah, semoga orang-orang sabar kayak Reno makin banyak ya di dunia..

Di samping sabar yang luar biasa, Reno juga rapi banget. Gue aja rasanya ga pernah ngeliat motor V-ixion-nya dekil, beda banget sama motor gue. Mungkin Reno rapi karena didikan ayahnya yang tentara *ini asumsi sotoy gue*. Saking rapi dan terstrukturnya Reno, dia ditunjuk untuk memegang segala jenis berkas-berkas PL oleh teman-teman yang selokasi dengan dia.

Bersama Reno, gue udah dua kali ke Galenium untuk ngurusin kunjungan (meskipun akhirnya gagal kunjungan ke Galenium), dan kami selalu gagal paham sama kelakuan satpamnya, haha. Bersama Reno juga pernah muter-muter Pomad setelah dari Galenium buat nyari tukang mie ayam karena kami sama-sama sedang pengen makan mie ayam.

Bersama Reno, udah ga terhitung jumlah gue ke Departemen untuk nanyain berapa dana yang cair, sampai-sampai Mbak Lina dan Pak Usma hapal dengan muka kami. Naik-turun ke Khayangan (nama ruang dosen TIN) untuk ketemu dosen dan minta tanda tangan. Ke Bara beli bingkai. Ke Balittro untuk survei dan nanya-nanya. Menelepon perusahaan dan hal lainnya.

Ada cerita kocak mengenai menelepon perusahaan. Di perusahaan besar umumnya ada saluran ekstensi untuk menghubungkan ke direktori tertentu. Berhubung hape Reno touchscreen, keypad-nya ga muncul ketika sedang menelepon atau menerima telepon sehingga ga bisa memencet nomor ekstensi. Gue dan Reno pernah membuang waktu hampir semenit untuk mencari-cari gimana cara memunculkan keypad di hape Reno ketika menelepon dan ternyata memang tidak bisa sepertinya, haha. Jadilah untuk urusan menelepon kantor dengan nomor ekstensi, Super Crew ini sudah kapok menggunakan hape Reno.


The Choosen One P2
Alfiyan Hudan Fauzi
Nah ini yang ga kalah super.

F34110037. Ulang tahun tanggal 22 Juni. Lahir tahun 1992. Asal Ponorogo. Owner Landbow Cloth. Di Super Crew ini Alfiyan full urusannya dengan bis IPB, bolak-balik ke gedung yang bentuknya kayak bacang (baca : Rektorat), nego, diping-pong ke mana-mana, and finally berhasil dapet bis IPB untuk kunjungan kali ini.
*horeeeeeeeeee*

Kalau mau dikatakan mandiri secara finansial, Alfiyan udah bisa banget dibilang mandiri. Usaha konveksinya udah kece banget, udah ke mana-mana *ga ke mana-mana sih, di situ aja sesungguhnya*. Memang sih kaos bukan kebutuhan pokok seperti nasi uduk porsi kuli-pecel ayam-sambel, akan tetapi melihat banyaknya acara LK di IPB yang nyaris semuanya bikin baju panitia, maka usaha konveksi ini bisa dibilang ga ada matinya di IPB dan/atau kampus-kampus lain.
*Tiba-tiba gue jadi inget nasib jaket BEM Fateta*

Dari pengalaman gue berurusan dengan beberapa konveksi di sekitar kampus, menurut gue, Alfiyan oke banget. Kalo dia bisa ya dia akan bilang bisa, kalau ga bisa ya bilang ga bisa, dia bukan tipe yang 'ngebisa-bisain padahal ga bisa'. Hal itu sedikit-banyak memberikan kepastian tentang satu dan lain hal, ya yang ga perlu gambling takut di-PHP-in tentang baju panitia lah, ya yang bisa secepatnya move on nyari alternatif lain kalau bikin baju ga kekejar lah, dan lain sebagainya.

Pas Fieldtrip semester lalu, dalam momen keribetan men-transfer uang di ATM, suatu hari Alfiyan pernah ikut karena ada urusan juga dengan ATM. Entah gimana awalnya, pokoknya Bagas bisa-bisanya meng-klik tombol untuk melihat jumlah saldo di ATM Alfiyan. Dan hasilnya adalah lebih dari cukup untuk mampu membuat para mahasiswa semester 5 *waktu Fieldtrip kan masih semester 5* yang sedang bingung dengan dana Fieldtrip menghela nafas.

Lebih dari tujuh digit.
Dan kami cuma bisa bengong-bengong bego doang di ATM. Aksi bengong-bego ini dipecahkan oleh Ria yang berkata dengan polosnya,
"Bisa lah ya, Mas, Landbow Cloth jadi sponsor tunggal Fieldtrip Tinformers.."

Sehubungan dengan hape Reno yang ga ada keypad-nya, suatu hari gue-Sendy-Reno pernah meminjam hape Alfiyan untuk menelepon perusahaan.
"Eh cek pulsa dulu gih.."
"Iya iya bener, biar tau pulsanya kepake berapa, biar gampang digantinya nanti.."
*ngecek pulsa*
"Apa-apaan ini pulsanya ada seratus delapan belas ribuuuuuu!!" *ini Sendy yang teriak, inget banget gue*
"Ya udah lah ya, ini mah bisa kita pake."
"Ga usah takut pulsanya abis di tengah-tengah pas kita nelepon."
Okesip.

Hal besar yang gue pelajari dari Alfiyan adalah pemahamannya mengenai konsekuensi dan konsistensi. Dia sadar dengan teramat sadar bahwa semua hal yang dilakukan akan ada konsekuensinya. Dan dia menghadapi itu. Mendengar ceritanya mengenai kehidupan selalu sanggup membuat gue banyak berpikir setelahnya.

Sehari sebelum berangkat kunjungan, Alfiyan sempat mengajak gue ngobrol panjang lebar mengenai bagaimana teknis pemesanan baju MPKMB ketika gue jadi panitia dan lain sebagainya. Dan feeling gue tepat. Ternyata di malam harinya Alfiyan akan mengikuti open tender untuk baju MPKMB 51 di Astri.

Gue yang pernah tau total nominal pembayaran baju MPKMB 2 tahun lalu hanya bisa tersenyum. Doa gue tentang tender MPKMB 51 ini,
Semangat, Mas, semoga bisa dapet yang ini. Semoga rezekinya berkah.
:)


The Choosen One P1?
Gue.
Hehe.
*skip*

Akhir kata,
Semoga kalian bertiga tetap kece ya di manapun kalian berada :)
Semoga ga kapok berurusan dengan gue :)

Tidak ada komentar: