Rabu, 09 Juli 2014

Masih Tentang Kincir

Ada sebuah grup di WhatsApp yang gue sangat bersyukur tergabung di dalamnya. Kalau ada yang pernah mendengar kutipan bahwa anak-anak adalah manusia yang paling jujur, bersama mereka gue mempertahankan nilai-nilai baik yang dimiliki oleh anak kecil. Menjadi manusia-manusia jujur. Tulus. Ideal. Tidak terkontaminasi oleh hingar-bingar dunia.

Bersama mereka, gue selalu merasa baik-baik saja.
Bersama mereka, bahkan gue selalu merasa bisa menaklukan dunia.
Bersama mereka, terlalu banyak hal tentang Smansa dan kehidupan yang dapat gue syukuri.

Dengan gaya bercanda yang sangat Smansa (yang seringkali orang lain ga paham maksudnya apa) itu selalu dapat membuat gue bersyukur dapat tergabung di kincir ini.
Bercanda yang kelewat bocah

(Masih) bercanda yang kelewat bocah

Tak hentinya mengucap syukur jika grup sudah heboh seperti ini.
Pulang itu rasanya memang semenyenangkan ini ya?
:'
Heu..
Memang kesempatan untuk berputar di kincir jus jeruk tahun kemaren itu, baru gue sadari, adalah nikmat tak terbayar. Baru gue sadari setelah dicabutnya nikmat itu :"
.Karizma Rindu Innayatullah.
Maaf kalau gue belum bisa jadi partner yang baik setahun lalu, insya Allah akan diperbaiki tahun ini.

Mengutip salah seorang teman di luar kincir,
"Jika kalian tidak menemukan diriku di Syurga, sudilah kiranya sahabat sekalian memanggil namaku dan bertanya pada Allah tentang diriku, dan semoga Allah ridha menyelamatkan diriku dan keluargaku dari siksa neraka"
Semoga persahabatan ini kelak akan menjadi syafaat di hari akhir, dan semoga Allah pertemukan kembali di JannahNya. Aamiin :")
.Afiefah Muthahharah.
Sangat sayang kalian,
Karena Allah
:)
DH Forkom Kabinet Nyemnyem

Tidak ada komentar: