Kamis, 14 Agustus 2014

Berdamai

Pimnas dil?
Enggak
Salman yang lolos..
Puk puk dil
Udah kece kok ikut PKM mah

Gue udah sering kecewa, tapi itu gue rasa malah bikin gue strong, haha
..
..
Belajar memaafkan itu menarik, dan belajar meminta maaf itu suatu tantangan, haha
Tapi memaafkan ga serta merta membuat lupa
Ya, gue rasa gue ga pernah melupakan dil
Haha
Dan setahu gue, sejak setahun kemarin, sejak belajar dari kekecewaan yang ditimbulkan elu, gue belajar untuk memperbaiki diri, bukan melarikan diri
Udah setahun ini gue berusaha memperbaiki kisah-kisah yang gue akhiri dengan bad ending
Ternyata ya itu, manusia masih punya hati, haha
Thanks udah bikin gue belajar
Honestly, I am just trying to be your friend, again. Yeah. So blunt maybe
Sebagai ketua, mungkin lu akan membandingkan gue dengan ketua-ketua super di luar sana
Tapi mungkin sebagai teman, gue nggak akan bisa lu bandingkan
Sesering apapun gue berusaha menjauhi manusia, gue masih manusia dil. Gue masih butuh yang namanya temen manusia. Haha
Aduh. Kebiasaan kalo ngomong ama lu tu ya bawaannya jadi filosofis gue
Pret banget
Makasih atas damainya :)
Makasih karena sudah kembali menjadi bawel di depan gue, meski cuma di chat.
Di-bully di sepanjang sisa chat Jumat kemarin dan ngobrol panjang lebar mengenai filosofi kehidupan hingga hari ini masih jauh lebih melegakan daripada dikacangin selama satu setengah semester.

Ngobrol tentang filosofis, tentang individualis, tentang menjadi introvert, tentang anak pertama, tentang egois, tentang ambisius, tentang perfeksionis, tentang buku, tentang legenda kebudayaan kuno, tentang astronomi, dan tentang Siroh Nabawi sekaligus baru bisa gue temukan di satu orang kok.

Selamat kembali menjadi teman
:)

Tidak ada komentar: