Kamis, 07 Agustus 2014

I'm a Five Days Worker [Jadi Kepikiran]

Semenjak gue PL di bagian RnD-Packaging, gue jadi sering memikirkan tentang sesuatu berbau kemasan hingga ke kondisi penyimpanan produk. Sedikit-banyak (banyak sih sebenarnya) gue setuju dengan bio salah seorang teman gue di account twitter-nya,
Packaging is partly art and partly science

Sekarang gue kalau ke supermarket jadi semakin alay. Gue bisa berdiri lamaaaa sambil memperhatikan beberapa produk khususnya susu bayi karena gue PL di pabrik susu bayi. Setiap kali memperhatikan susu, selalu ada mbak-mbak yang nanya,
"Bayi-nya berapa bulan, Bu?"
Haduuuuuuh..
Harusnya para SPG itu tau, pengamatan gue di supermarket dari sejak SMA memiliki kesimpulan bahwa hampir semua perempuan masih muda yang dipanggil 'Ibu' itu ga akan jadi beli produknya. Apapun itu. Di manapun itu.

Para SPG juga harusnya tau bahwa kalau ada orang mau belanja itu jangan diikutin. Susu untuk bayi di bawah 1 tahun itu harganya memang mahal, tapi tas gue ukurannya seutet, cuma muat dompet, tab, hape, payung, dan kunci motor doang kok. Ga bakal muat kalo mau ditambah dengan menyelundupkan susu bayi. Pengamatan gue dari SMA juga menyimpulan bahwa setengah calon pembeli yang diikuti melulu sama SPG itu ga akan jadi beli. Apapun itu. Di manapun itu. Karena risih diikutin kayak gitu.

Akhirnya tiap ditanya umur bayi, gue cuma akan bilang,
"Enggak kok, saya cuma sedang praktikum di sini.."
Bener kan gue? Praktikum lapang, hehe..

Paling alay sih ketika gue ke Lotte Mart (maaf ini bukan promosi) beberapa waktu lalu. Karena penjualan produknya secara curah maka produk itu masih pada berada di atas pallet untuk memudahkan pengangkutan (tinggal dibawa pake forklift ke kasir bersama pallet-pallet-nya, gitu). Ketika itu gue sempet-sempetnya berdiri di samping salah satu pallet yang isinya 10 layer kardus minyak goreng, memperhatikan pola interlock pada stacking dan instruksi penyimpanan minyak goreng yang ternyata cuma boleh 8 tumpukan saja.
Haha..
Ibu gue sampai geleng-geleng melihat anaknya jadi begini.

Meskipun gue sedang senang-senangnya dengan kemasan, tapi skripsi gue sangat besar kemungkinannya bukan membahas kemasan karena dosen pembimbing skripsi gue adalah avatar pengendali air #eh profesor spesialis penanganan limbah cair industri maksudnya. Iya, jadi nanti pas temen-temen gue bikin skripsi, gue akan main air. Yuhuuu~

Sebenarnya gue di sini mau ngomongin tentang iklan yang baru gue saksikan beberapa hari lalu. Aqua akan menghilangkan segel plastik di tutup botol kemasan PET. Bunyi iklannya sih begitu. Kenapa tadi jadi membahas susu bayi, SPG, dan pengendali air? Gue juga ga tau. Cara kerja pikiran gue memang semelompat-lompat itu, se-random itu.

Segel plastik, yang mana dah?
Yang ini lhoooo
Itu bahannya dari plastik PVC (polyvinyl chloride) kalo ga salah, trus ketika dipanaskan akan mengerut dan menempel ke arah botol.

Iklan yang gue liat menyatakan bahwa Aqua akan menghilangkan segel plastik itu. Mungkin dari sisi produsen sih bener juga, untuk apa memproduksi sesuatu yang jelas-jelas memang didesain untuk dibuang. Pasti bisa menghemat sangat banyak biaya produksi.

Tapi dari sisi konsumen, apa yang dapat meyakinkan kami bahwa produk itu baik-baik saja? Di iklan kemarin sih katanya "Produk akan berbunyi ketika tutup diputar". Didemonstrasikan pula. Bunyi tutup yang terbuka maksudnya, eummm, rada susah gue membahasamanusiakannya..
Kan soalnya ada segel juga di tutupnya, makanya bunyi pas dibuka

Tapi gimana kalau ada orang iseng yang memutar-mutar tutup dan ternyata terbuka? *soalnya gampang banget membuka tutup air mineral mah, beda dengan teh siap minum dalam botol PET, masih rada susah kalau itu*

Somehow, imho (in my humble opinion), orang Indonesia masih rada susah dikasih yang beginian, yang berurusan dengan jujur-jujuran. Mahasiswa yang katanya udah mengenyam pendidikan formal lebih dari 10 tahun aja nyatanya masih banyak yang suka ngutang di kantin jujur sekret LK. Misal nanti untuk kasus Aqua itu ada yang mengaku memutar tutup dan ternyata terbuka padahal tidak berniat beli, pasti dicap salah. Ga mengaku ketika ternyata membuka secara tak sengaja, lebih salah. Sekalinya menemukan yang ternyata sudah terbuka, pasti ga ada yang mau percaya bahwa dia ga salah.

Overall, gue yakin Aqua dan Danone sudah memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi atas penghilangan segel plastik PVC ini. Mungkin awalnya akan terasa aneh Aqua tanpa segel plastik. Atau mungkin juga gue-nya aja yang kadang suka terlalu susah positive thinking sama yang seperti ini.

Tapi gue tetap suka dengan ide penghilangan segel plastik ini. Ini akan sangat-sangat mengurangi limbah plastik sepertinya.
#soktau

Kita cuma punya satu bumi.
Dan kalau kata slogan Smansa Day 2008 mah,
"We can't Spell Nature Without U"

Btw, tentang segel plastik, ada teman gue yang bisa membuka botol tanpa merusak segel plastik, namanya Imam. Ini blognya http://imamalitu.wordpress.com

Mahakarya Imam

Gue mencoba membuka tapi tak sesukses Imam, da apa atuh gue mah T__T

Mam, kemampuan langka lu akan segera sulit disalurkan sepertinya, haha.

Tidak ada komentar: