Kamis, 01 Januari 2015

Naik Kelas

Gue pernah menemukan kata-kata bahwa intinya adalah kita akan terus-menerus diuji dengan suatu hal sampai benar-benar lulus. Kalau kita masih diuji di situ-situ saja, bisa jadi kita sebenarnya memang belum benar-benar layak untuk lulus. Mungkin selama ini gue sudah pernah lulus banyak hal, atau mungkin justru belum? Wallahu'alam. Tapi ada satu hal yang sepertinya gue sudah dapat dikatagorikan lulus.

Ketika awal masuk asrama, lebih dari 3 tahun lalu, pernah suatu hari gue berlari dari kamar gue di lantai 3 menuju lantai 6 untuk mengambil jemuran karena hari mulai gerimis. Ketika turun  dari lantai 6, gue bertemu dengan  salah seorang teman matrikulasi and she said,
"Eh ini Dila? Lu lebih cantik ga pake kerudung lho padahal."
Jeng jeeeeeeeng.
Gue cuma terdiam.
Wanita mana yang tidak meleleh dibilang cantik?

Untuk orang yang baru sebulan berjilbab, celetukan ringan itu cukup menjadi bahan pikiran berhari-hari. Serius deh. Iya, gue tau, pake jilbab itu memang wajib. Ini mah memang dasar guenya aja yang, yaaaaaah, gitu lah.

Gue ga pernah benar-benar sadar dalam 3 tahun ini ada berapa kali celetukan seperti itu. Sepertinya memang tidak ada lagi. Atau mungkin ada tapi gue tidak memerhatikan? Ah entahlah.

Hingga pada makrab BEM Fateta lalu, gue melepas jilbab ketika berada di lantai 2 vila (di lantai 2 isinya memang perempuan semua). Ketika sedang antre toilet (karena cuma ada satu-satunya di lantai 2), ada seorang adik gue di BEM (iya, perempuan kok) yang berujar mirip dengan teman matrikulasi gue lebih dari 3 tahun lalu,
"Ih, Kak Dila cantik lho ga pake kerudung.."
Dengan setengah sadar, gue menjawab,
"Alhamdulillah. Makasiiiiiih *ekspresi unyu* kamu juga cantik kok.."
Udah ga galau dan uring-uringan ternyata gue..
Masih sambil antre, lalu gue berpikir, hingga pada akhirnya jadilah tulisan ini.

Ada yang mau bilang ga penting?
Sok.

Tidak ada komentar: