Senin, 02 Februari 2015

Biru, Jingga, dan Penyangga Senja

Aduhai, mengapa sunset menakjubkan?
Karena matahari menggelayut malas di kaki langit

.Tere Liye.

Jika kau membuat suatu lingkaran lalu membagi juringnya menjadi enam buah sama besar, kemudian mewarnainya sesuai dengan warna dasar dan gradasi campuran antara dua buah warna dasar. Berurutan. Merah, jingga, kuning, hijau, biru, ungu. Maka kau akan menemukan biru dan jingga pada posisi yang berseberangan.

Biru dan jingga
Dua warna yang sangat tak umum dipadupadankan dalam keseharian karena kekontrasan warnanya. Tak berbeda dengan kekontrasan kuning dan ungu. Tak berbeda dengan kekontrasan merah dan hijau. Tapi aku suka.

Mengapa aku suka biru dan jingga?
Karena mereka adalah penyangga senja
Karena penyangga senjalah yang membuat senja selalu cantik

Mengapa senja cantik?
Karena hanya terdapat dua momen dalam sehari di mana biru dan jingga dapat bertemu,
Fajar dan senja
Jarang bertemu memang selalu membuat pertemuan menjadi lebih indah, kan?

Mengapa aku lebih suka senja?
Karena senja selalu bermakna ganda,
Akhir dari siang hari pada sistem kalender yang satu, simbolisasi untuk beristirahat dan menghentikan aktivitas
Sekaligus awal dari hari pada sistem penanggalan lainnya, simbolisasi untuk harapan baru dan masa depan

Senja, dari Lantai 3 Koridor (Node sih lebih tepatnya) TIN

Untuk Penyangga Senja,
Juga untuk Biru yang barangkali sadar bahwa ada banyak hal yang dapat dipelajari meski hanya sesaat bersisian dengan Jingga

1 komentar:

prajuritkecil99 ™ mengatakan...

biru & jingga
dua warna kesukaanku :-)