Kamis, 12 Februari 2015

Koala Kumal

Penulis: Raditya Dika
Cetakan pertama: 2014
Penerbit: GagasMedia
Tebal Buku: x+250 halaman; 13 x 20 cm

Ini pembatas bukunya. Iya gue tau. Koalanya memang lucu banget.

Gue sudah membaca buku Radiya Dika sejak SMP kelas 7, dikenalkan oleh teman gue yang bernama Amel (sekarang kuliah di ITB, atau udah lulus ya?). Sejak jaman Kambing Jantan dulu.

Sebagai pengamat buku-buku Raditya Dika *ceilah*, sebagai pembaca dari seluruh bukunya (meskipun yang beli sendiri baru Koala Kumal ini doang), gaya menulis beliau makin kece dari buku ke buku. Dari gaya bahasanya, buku inipun tergolong buku serius *versi buku Raditya Dika ya* dan ditulis dengan bahasa baku. Dibanding Kambing Jantan yang merupakan tulisan blog, buku ini jauh lebih rapi. Serius deh. Dan sudah tidak alay tentunya.
"Buku terbaru gue itu temanya itu: patah hati dan hal-hal yang berkaitan dengan itu."

"Buku ini pun ditulis, bab demi bab berbicara tentang patah hati."

"Seorang senior gue di SMA pernah bilang, patah hati itu seperti serial anime Dragon Ball. Setiap kali Son Goku, jagoannya, kalah dari musuhnya, dia akan kembali lagi jauh lebih kuat. Patah hati seharusnya seperti itu, dari setiap kekecewaan, kita akan makin kuat.."

Kalau kata-kata dari seorang teman gue yang se-BEM sama gue di tingkat 1, 2, 3 mah,
What doesn't kill you makes you stronger
Yaaa, mirip lah. Intinya sama.
"
'Aku dan cowok asing itu seharusnya tahu kalau kami akan patah hati.'
'Terus? Kenapa masih mau berharap?'
'Karena risikonya sepadan,' katanya, ringan

"

"
Nyokap lalu bertanya, 'Dik, kamu tahu gak istilah Mama untuk orang yang sudah pernah merasakan patah hati?'
'Apa, Ma?'
Nyokap menatap gue, lalu bilang, 'Dewasa.'
Nyokap beranjak ke dalam kamar, meninggalkan gue sendirian, Ada detak jam yang terdengar sayup, ada senyum kecil yang menyembang di bibir. Ada sesuatu yang selesai.

"


Untukmu,
Yang sedang patah hati.

Iya.
Sepertinya saya tahu..
:)

Tidak ada komentar: