Minggu, 21 Agustus 2016

#MatahariAkar [Tokyo Skytree]

Pada akhir Juli lalu, ada adik kelas gue di TIN yang ikutan semacam shortcourse di Tohoku University di Sendai. Berhubung Sendai itu agak terpencil jauh, jadilah adik kelas gue ini flight dari Indonesia ke Tokyo, lalu akan naik bus ke Sendai.

Oiya, adik kelas gue ini namanya Aldrian, gue sering memanggilnya Rian. Lengkapnya adalah Aldrian Kuswadi, TIN 49. Rian ini sepengamatan gue di kampus lumayan dekat dengan Septian *siapa lagi ini Septian --"*. Sempitnya dunia adalah ketika Si Ehem-nya Septian ini (namanya Natsumi) ternyata adalah mahasiswi Jepang (kampusnya di Tokyo, rumahnya di Tokyo-coret) yang pernah AIMS di IPB, bahkan cinlok mereka terjadi semester lalu ketika Natsumi AIMS di IPB.

Gue pribadi nyaris selalu mengiyakan ajakan ketemuan dari teman di Indonesia yang kebetulan sedang berkunjung ke Tokyo. Rasanya seperti dijenguk. Seneng ajaaa~, Alhasil pada 23  Juli lalu, kami bertiga (gue, Rian, dan Natsumi) berjalan-jalan di sekitaran Tokyo.

Semenjak kenal, sesungguhnya gue ga banyak ngobrol dengan Rian. Salah satu obrolan terbanyak kami adalah sekitar 2 tahun lalu, ketika angkatan 49 jadi panitia Hagatri. Kebetulan Rian ini jadi Kadiv Medis Hagatri sedangkan di tahun sebelumnya gue adalah rakyat jelita di Medis Hagatri, jadilah kami sempat ngobrol banyak meskipun isi obrolannya ga jauh-jauh dari revanol, promaag, oxycan, biskuit, teh manis hangat, tandu, pita, pelatihan medis KSR, dan angket riwayat penyakit.

Kebetulan yang membuat makin seru, agenda jalan kali ini adalah naik ke Tokyo Skytree, horeeeeee..

Menurut Wikipedia, Tokyo Skytree ini adalah menara tertinggi di dunia serta menjadi bangunan tertinggi kedua setelah Burj Khalifa di Dubai. Fungsi lain dari Tokyo Skytree selain objek wisata adalah menara pemancar beberapa channel radio dan channel TV. Gue sudah sejak lama ingin naik ke Tokyo Skytree, tapi ga nemu-nemu teman untuk diajak barengan.

Ketika autumn lalu gue pernah berfoto dari Sensou-ji Asakusa, berlatarkan Tokyo Skytree.

Taken by Indria Wahyu Mulsanti

Di penghujung winter, masih lengkap dengan coat tebal, gue juga pernah berfoto lagi berlatar Tokyo Skytree setelah sepanjang siang ngebolang bersama Tiwi dan Aul.

Taken by Khoirina Retno Pratiwi

Rute ke Skytree ini mudah. Dari Sensou-ji, masuk ke subway Asakusa Line dan naik kereta sampai Stasiun Oshiage. Bahkan sejak begitu sampai tap gate Asakusa Line aja langsung ada arahan harus ke platform mana untuk menuju Skytree. Dari platform tersebut, semua kereta yang lewat akan berhenti di Oshiage, ada poster peberitahuan juga bahwa semua kereta yang lewat akan berhenti di Oshiage, jadi ga perlu bingung. Begitu turun dari kereta juga ga perlu bingung karena bertebaran penunjuk arah menuju Skytree. Makin ga perlu bingung karena instruksi menuju Skytree tersedia dalam Nihongo dan English.

Untuk naik ke atas Skytree, kita 'hanya' perlu antre tiket bersama-sama dengan rombongan kita yang akan naik, lalu naiklah ke atas dengan lift. Mengapa gue mengatakan 'hanya'? Karena antre beli tiketnya aja udah dua jam coy, hahaha. Mungkin kalau weekdays antre-nya akan lebih singkat, wallahu'alam bisshawab.

Mengapa harus bareng-bareng antre-nya? Ga bisa nitip ke seorang, trus sisanya nungguin sambil duduk-duduk? Karena setelah selesai dari konter tiket, kita akan langsung bergerak menuju lift, jadi sekali jalan gitu. 

Jangan khawatir, di konter tiket kita bisa beli tiket sendiri-sendiri kok, bilang aja ke si Mbaknya 'betsu betsu' (artinya sendiri-sendiri) jadi ga perlu repot utang-piutang dan talang-talangan dana.

Oiya, ada dua tingkatan di Tokyo Skytree, yang pertama adalah 350 meter. dari bawah ke tingkatan 350 meter ini harga tiket lift-nya 2060 yen. Tingkatan berikutnya adalah naik lift lagi ke 450 meter dari 350 meter, harga tiketnya 1030 yen. Waktu itu gue hanya naik sampai 350 meter aja.

Mahal?
Heummmmm.. no comment deh gue
Kalau mau mencoba mengonversi harga tiketnya ke rupiah, sok mangga~
1 yen sekarang ini setara dengan 120an rupiah
Tapi gue udah sejak lama ga pernah mengonversi harga di Jepang (khususnya Tokyo) menjadi rupiah, biar ga sakit hati..

Teknologi liftnya canggih coy *yaiyalah*. Ketika naik lift ke level 350 meter, kalau kuping ga berdenging, gue ga akan sadar bahwa gue sedang dalam perjalanan cepat ke arah atas. Ketika turunnya juga sama. Getaran liftnya ga kerasa sama sekali. Interior lift-nya juga didekorasi dengan cantik, jadi bisa liat-liat desainnya, hahaha *tipikal anak ga ada kerjaan*.

Ketika itu hari sedikit berawan. Tapi dari atas Skytree, gue tetap bisa melihat seluruh Tokyo kok. Cantik banget, Masya Allah.

Maafkan skill dan kamera yang kurang mumpuni ^.^v

Selfie yang backlight~

Anyhow, jargon divisi Medis Hagatri 2012 adalah,
"Get well soon, dek!!"
Lengkap dengan senyum dan tangan di depan dada sebagai visualisasi dari emot peluk ({}). Dengan ga tau malu, gue dan Rian berpose seperti itu pada ketinggian 350 meter di atas permukaan tanah.

Get well soon, dek!!

Di level 350 meter itu terdapat dua lantai. Di lantai bawah ada spot bernama 'glass floor' *atau floor glass yak? Heummmmm*. Itu adalah beberapa buah lantai kaca *nya heu euh atuh* berukuran sekitar 50 x 50 cm di mana kita bisa melihat ke arah bawah, literally bawah.

Ya Allah, semoga ga ada yang ngintip dari bawah, soalnya hamba-Mu ini pakai rok

Di Skytree, seperti objek wisata di Jepang pada umumnya, juga ada toko souvenir. Selain toko souvenir khas Skytree, juga masih banyak kios lain di dasar Skytree termasuk Pokemon Center dan sebuah kios yang menjual pernak-pernik unyu macam Hello Kitty.

Epilog
Ini ada sedikit oleh-oleh foto *da apa atuh gue mah bukan anak IG*.

Selfie yang ga backlight, dari bawah!!

Foto yang bikin seorang praktikan ngejapri karena envy, haha

Iklan Peps*d*nt

After Credit
Tokyo Skytree:
Checked!!

1 komentar:

Zulvia Apriliyani mengatakan...

Kakaaaa mau tau banyak tentang student exchange dari kakata, aku angkatan 53 boleh minta kontak atau apapun yang bisa aku hubungi buat tanya" kah?